mengizinkan

kalau suatu hari kita merasa disakiti hatinya, sebenarnya kitalah penyebabnya. bukan mereka yang katanya menyakiti hati kita. sebab kita sendiri yang telah mengizinkan hati kita untuk disakiti.
kalau suatu hari kita merasa dikecewakan, sebenarnya kitalah penyebabnya. bukan mereka yang katanya mengecewakan hati kita. sebab kita sendiri yang telah mengizinkan hati kita untuk berharap kepadanya.
kalau suatu hari kita merasa diberikan ‘harapan palsu’, sebenarnya kitalah penyebabnya. bukan mereka yang katanya mem-php kita. sebab kita sendiri yang telah mengizinkan hati kita untuk menebak dan menduga.
kalau ternyata segala hal yang menyusahkan hatimu dan menekan hidupmu itu akrab sekali dengan hari-harimu, coba tengok keadaan hatimu sekarang. pasti kembang kempis. tidak bisa bernafas. kenapa?
…karena kapasitas hatimu itu perlu diperbesar, sayang.
semakin banyak orang yang kamu temui, kapasitas hatimu harus lebih besar. semakin banyak orang yang kamu ajak berinteraksi, kapasitas hatimu harus makin membesar. semakin banyak aktivitas yang kamu lakukan, kapasitas hatimu harus jauh lebih besar. semakin banyak amanah yang harus kamu tunaikan, kapasitas hatimu harus menjadi yang super besar. semakin sering kamu mengizinkan hatimu dikendalikan orang, semakin luas pula hati yang perlu kamu siapkan.
seperti kata hukum fisika, bahwa tekanan sama dengan gaya dibagi luas. kalau tekanan yang kamu rasa semakin berat, barangkali hatimu itu yang kurang luas kapasitasnya; kapasitas untuk menerima.
demi Dzat yang jiwa ini berada dalam genggaman-Nya, mintalah kepada Allah untuk menuntunmu kemana-mana.
***
ps: tulisan terinspirasi dari materi kajian dzuhur kemarin tentang ‘Membedakan Pasrah dan Tawakkal’.


Pos populer dari blog ini

hehehe tipe?

mengikhtiarkanmu dengan cara baik-baik

jika anak