mengira hujan

ku pikir hujan, ternyata gerimis..
padahal aku sudah tenggelam sebelum air bah merangsek ke tanah. langit pun tak berselera menumpahkan airnya.
ku pikir hujan..
padahal aku sudah berkemas dengan jas hujan, payung, dan sepatu tahan air. ternyata langit sedang bermain-main.
ku pikir hujan..
padahal aku sudah menyiapkan daftar doa-doa apa saja yang akan aku panjatkan. tapi nyatanya.. itu cuma gerimis.
yang meninggalkan rasa pening di kepala. dalam waktu bersamaan ia juga meninggalkan petrichor pada kolong-kolong jendela. lantas, sesegera mungkin, basah pun menguap menjadi embun tanpa sisa.
ku pikir hujan, ternyata gerimis..
jadi selama ini aku menadah langit bukan untuk bersiap hujan-hujanan? justru untuk menyeka air yang menyentuh pipi kemerahan yang mulai memucat padam?
kupikir.. kamu.. hujan..
nyatanya, bukan.

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Ceyron Louis

Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible