mungkin kita semua perlu rehat sejenak dari tulisan dan sajak berbau perasaan dan jodoh. sebab banyak dari kita yang awalnya tidak terlalu peduli dengan perasaannya, tidak risih dengan status singlenya, tidak khawatir dengan rasa cintanya, tapi menjadi terbawa suasana karena lini masa yang terus menyajikan postingan tentang tema itu.

barangkali kita lupa, bahwa perasaan kalau makin diturutkan, dia bukan lagi fitrah. tapi nafsu. semakin kita membaca yang galau galau, maka kita yang tadinya tidak galau, akan ikutan galau. makin kita stalker akun yang bikin baper, maka makin baperlah kita.

ingat, menjaga perasaan itu harus totalitas.k alau tidak mau galau ya jangan follow yang galau galau. kalau tidak mau baper ya berhenti stalker akun yang bikin baper. belum lagi buku buku yang beredar di toko buku. semua membahas virus merah jambu. membahas jodoh. membahas pacaran halal setelah menikah.

seakan akan Islam hanya tentang itu aja. bukan menafikan tidak ingin menyempurnakan separuh agama, atau seakan akan tidak punya perasaan. bukan. tapi tidakkah kita malu dengan Allah jika hidup kita isinya hanya tentang jodoh? seakan dengan berkoar koar maka jodoh akan mendekat,
mungkin kita semua sama sama lupa, yang dekat itu kematian. bukan jodoh.

 masih banyak sekali ilmu ilmu yang perlu kita upgrade untuk diri kita tentang agama ini, sayang. masih sedikit sekali bekal kita menghadapi kehidupan sebenarnya nanti. kita masih terlalu sombong untuk bisa menamatkan buku berbau jodoh tapi tak satupun buku Fiqh atau Aqidah yang terbeli dan tertamatkan. kita masih terlalu bangga dengan likes atau tulisan kita tentang jodoh sementara tidak satupun ternyata dari tulisan itu yang menjadi amal jariyah untuk bekal kematian kita. tidak mesti yang tebal tebal kalau tidak sanggup. toh saat ini ada yang ringan untuk kita pemula. E-book pun banyak.

percayalah, hati kita itu sedang sakit. sedang jenuh dengan pembahasan dan tulisan yang itu itu saja. jodoh tidak akan datang dengan kita galau galau dan mengemis perhatian di dunia maya. jodoh pun tidak akan segera datang dengan tulisan kita.

biarlah itu urusan Allah mendatangkannya pada kita. entah besok atau suatu saat. entah di dunia ini atau di dunia nanti. mana pula kita punya hak mengatur ngatur Allah. apalagi kita para perempuan, sudahilah menyebarkan kode kode mau nikah itu. malu sama Fatimah.

cukuplah kisah Fatimah menjadi teladan kita sebagai perempuan saat ini.

wallahua’lam, mohon dibukakan pintu maaf atas tulisan yang lancang ini.

p.s: diambil dari tumblr (catatanbesarku)