Pos

mengizinkan

kalau suatu hari kita merasa disakiti hatinya, sebenarnya kitalah penyebabnya. bukan mereka yang katanya menyakiti hati kita. sebab kita sendiri yang telah mengizinkan hati kita untuk disakiti. kalau suatu hari kita merasa dikecewakan, sebenarnya kitalah penyebabnya. bukan mereka yang katanya mengecewakan hati kita. sebab kita sendiri yang telah mengizinkan hati kita untuk berharap kepadanya. kalau suatu hari kita merasa diberikan ‘harapan palsu’, sebenarnya kitalah penyebabnya. bukan mereka yang katanya mem-php kita. sebab kita sendiri yang telah mengizinkan hati kita untuk menebak dan menduga. kalau ternyata segala hal yang menyusahkan hatimu dan menekan hidupmu itu akrab sekali dengan hari-harimu, coba tengok keadaan hatimu sekarang. pasti kembang kempis. tidak bisa bernafas. kenapa? …karena kapasitas hatimu itu perlu diperbesar, sayang. semakin banyak orang yang kamu temui, kapasitas hatimu harus lebih besar. semakin banyak orang yang kamu ajak berinteraksi, kapasitas hatimu harus maki…

untuk bapak :')

tentang bapak. saya sama bapak nggak memiliki kedekatan yang super lengket. boleh dibilang, saya lebih deket sama mamah. walaupun sama mamah juga deketnya nggak banget banget. bisa dibayangin kalau sama bapak gimana? bapak jarang bicara. apalagi mengajak bicara anak perempuannya. bapak lebih suka mengungkapkan langsung lewat perbuatannya.
“paak, itu dikamar ada cicak mati.”  “bapak, bantuin dorong lemari di kamar.”  “bapaaak ada tikus.” “pak, gasnya abis.” “paak jemput ya.” bapak gak pernah ngerespon dengan banyak bicara. respon-respon bapak selalu ringan. gak pernah lebih dari satu kalimat. misalnya; “tinggal dibuang aja juga.”
dan berbagai respon santai lainnya. bapak lebih suka langsung berbuat. langsung bantuin. langsung lakuin. langsung beresin. langsung benerin. mungkin, begitulah cara bapak mengungkapkan rasa cinta kepada anak-anaknya.
kecuali kalau bapak udah gemes. baru deh sekali-kalinya ngomong lebih dari satu kalimat. mungkin karena pengaruh mamah juga yang lebih dominan bicara keti…

semakin

semakin bertambah umur, semakin sadar kalau buka puasa di rumah bersama keluarga lebih segalanya daripada buka di luar sana. semakin bertambah umur, semakin sadar kalau ramadhan itu lebih dari sekadar menahan lapar dan dahaga. semakin bertambah umur, semakin sadar kalau baju baru di hari lebaran itu tidak penting. semakin bertambah umur, semakin sadar kalau lama-lama belanja ke mall untuk beli-belian jelang lebaran sama dengan membuang waktu percuma. semakin bertambah umur, semakin sadar kalau ramadhan memang bulan istimewanya Al-Qur'an. semakin bertambah umur, semakin sadar kalau ramadhan lebih dari sekadar mencapai target mengkhattamkan Al-Qur’an. semakin bertambah umur, semakin sadar kalau ibadah ramadhan di tahun-tahun sebelumnya selalu terasa kurangnya. semakin bertambah umur, semakin sadar kalau kualitas ibadah di bulan ramadhan yang sudah dilewati belum ada apa-apa nya. semakin bertambah umur, semakin sadar kalau tahun depan belum tentu masih punya kesempatan merasakan hal yang sam…

7 indikator kebahagiaan menurut al-Qur'an

1. QOLBUN SYAKIRUN Hati yg selalu bersyukur. Artinya selalu menerima apa adanya (qona'ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. (QS 13:28, 2:152, 16:18, 34:14, 55:13, 14:7)
2. AL-AZWAJU SHALIHAH Pasangan hidup yang sholeh. Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yg sholeh pula. (QS 51:49, 17:32, 24:32, 24:26)
3. AL-AULADUL ABRAR Anak yg sholeh/sholehah. Do'a anak yg sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah SWT, berbahagialah orang tua yang memiliki anak sholeh/sholehah. (QS 17:23, 31:14, 46:15, 29:8, 25:74)
4. AL-BAIATU SHOLIHAH Lingkungan yg kondusif untuk iman kita. Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang sholeh yang selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan bila kita salah. (QS 4:69, 51:55, 26:214, 5:2)
5. AL-MALUL HALAL Harta yang halal. Bukan banyaknya harta tapi halalnya harta yang dimiliki. Harta yang halal akan menjauhkan setan dar…

gerah

kadang kita suka gerah kalo liat orang lain.
liat orang punya usaha, pengen jadi pengusaha juga biar berasa sukses. liat orang akademiknya dahsyat sampe scholarship ke luar negeri, kita ikut-ikutan pengen ke luar negeri. liat orang hafal quran, kita pengen jadi hafidzah juga. liat orang nulisnya bagus sampe dilike dan difollow ribuan orang, kita gatel pengen nulis juga. tapi nyatanya, kita malah sibuk bermimpi. mungkin kita sempet mencoba untuk ngejar kualitas mereka. awalnya kita coba nulis lalu post. bikin karya lalu post. bikin cv lalu daftar. buka Quran lalu mulai menghafal.
satu jam. dua jam.
sehari. dua hari.
kita geregetan buka instagram tiap 30 menit untuk liat likesnya nambah berapa. kita kepoin temen kita yang sama-sama apply scholarship untuk tau pengalaman organisasinya lebih banyak siapa. kita sok-sok nanya temen soal hafalan, padahal cuma ngecek hafalan dia masih oke apa nggak.
kadang, sadar nggak sadar kita terjebak dalam insecurities. kita silau liat mereka, temen-temen kita…

untuk hati yang sedang lelah

untuk hati-hati yang sedang lelah. ketika mulai bosan berjuang sendirian, sementara yang lain tidak pernah peduli dengan apa yang kita lakukan. mungkin hanya menyangkal bahwa kita tidak sedang sendirian adalah motivasi terakhir untuk tetap berjuang, meski sendirian, meski terabaikan, dan meski harus membohongi diri sendiri.
untuk hati-hati yang sedang lelah. ketika merasa telah berusaha sejauh mungkin. tetap memaksakan diri agar mendapat apa yang diperoleh seperti orang lain. terus berjuang mencari jawaban atas segala hal yang menurut kita tidak pernah adil adanya. rela memaksakan kehendak, meski pada akhirnya harus mengenakan topeng.
untuk hati-hati yang sedang lelah. ketika tidak tahan lagi ingin berteriak, tidak tahan lagi ingin mengeluh. hanya karena tidak ingin terlihat lemah di antara yang lain, terlihat tidak berguna, mengasah tatapan-tatapan hina yang memperkeruh perasaan, yang hanya semakin menambah luka batin, luka yang belum sempat diobati dan tidak tahu di mana mencari pelip…

bagaimana jika

bagaimana jika– takdirmu hadir dalam hidupmu saat kau sedang jatuh cinta pada seseorang lain? saat kau telah memiliki segudang rencana untuk hidup bersama orang yang kau cintai? atau sekadar, saat kau sedang mati-matian membuat dirimu–menarik dan mengambil perhatian seorang itu?
kau tau, Tuhan tidak pernah bermain dadu. maukah kau memperjuangkan orang yang kau cintai–dengan mengikhlaskannya? meninggalkan dan siap ditinggalkan pada saat yang sama. maukah kau memperjuangkan takdirmu–dengan menerima kehadirannya? apa adanya dan tanpa sisa untuk yang lain. maukah kau berjuang?
*menampar diri sendiri *reminder :')